Dalam hal ini kita mesti melatih keistiqamahan atau konsistensi kita terhadap melakukan sesuatu. Sebagaimana firman Alloh SWT dalam kitabnya yang mulia "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita." (Q.S. Al-ahqaf 13)
dari ayat di atas kita bisa lihat bahwa urgensitas konsistensi (pentinya istiqamah) mempunyai nilai yang sangat tinggi. dengan hanya pengakuan atau ikrar tentang keesaan Alloh disertai dengan istiqamah maka kita akan mendapatkan apa yang semua mahluk hidup harapkan.
Maka dari itu kita harus benar-benar memuhasabah diri kita, apakah sudah benar-benar konsisten kah diri kita? atau hanya melakukan sesuatu layaknya air yang mengalir atau pohon yang ditiup oleh angin? kita hanya mengikuti saja dan kita telah menjadi budak waktu bukan menjadikan waktu sebagai budak kita
Seperti yang faragrap di atas sebutkan bahwa musuh kita adalah syetan yang selalu menginginkan kita berbuat keburukan. kita harus benar-benar menganggap mereka pengganggu bahkan musuh yang sangat besar, maka dari itu kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Alloh dengan melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang. karna larangan Alloh adalah Makanan Favorit syetan dan sebaliknya perintah Alloh adalah Makanan yang mereka benci.
Sekarang tinggal kita yang memutuskan jadi budak waktu atau waktu yang jadi budak kita, mau jadi budak Syetan atau jadi musuh syetan.
Wallahu a'lam bisshawab
0 komentar:
Posting Komentar