Pages

15 Agu 2016

Fitrah Berbuat Kesalahan Bukan Sebuah Alasan

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

Artinya: jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).

Manusia adalah mahluk yang Alloh ciptakan dengan sangat sempurna seperti firman-Nya dalam surat At-tiin,”sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Maka sudah sepantasnya seorang hamba senantiasa bersyukur atas kesempurnaan ciptaan yang telah Alloh berikan kepadanya, bukan malah bersikap kufur atas karunia-Nya.

Kesempurnaan ciptaan yang telah Alloh berikan kepada kita bukan lantas kita itu sempurna secara keseluruhan, karna kita bukan seorang rasul yang ma’sum, bukan pula seorang malaikat yang hanya beribadah kepada Alloh tanpa pernah mengeluh, kita adalah manusia yang semuanya pasti berbuat kesalahan (berdosa) seperti yang telah Nabi kita sebutkan dalam hadisnya yang mulia.

كُلُّ بَنِي ادَامَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُونَ

Artinya: “setiapa keturunan Adam (manusia) pasti berbuat salah (dosa), dan sebaik-baik orang yang berbuat salah (dosa) adalah orang yang senantiasa bertaubat.”

Itu artinya, walaupun fitrah kita sebagai orang yang akan selalu berbuat salah tapi Tuhan kita (Alloh) selalu memberikan kesempatan (ampunan) buat seorang hamba yang mau memperbaiki diri dan mengharap ridho-Nya. Ada sebuah hadist dari Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan tentang penghapusan dosa seorang hamba diantaranya hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang berbunyi,”diantara solat lima waktu, dari jum’at ke jum’at, dari Rhamadan ke Rhamadan terdapat ampunan diantaranya jika (selama) dia menjauhi dosa-dosa besar.” Maksudnya setiap ibadah yang disebutkan dalam hadist di atas bisa menghpuska kesalahan (dosa) yang telah kita lakukan.

Tapi kesalahan seperti apa yang Alloh akan ampuni dari setiap hamba? Semua kesalahan (dosa) kah? Atau hanya sebagian kesalahan (dosa)?.

Ayat di atas dan beberapa dalil lainnya merupakan jawaban atas pertanyaan tersebut. Alloh berfirman,” jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” Dosa yang akan dihapuskan (diampuni) adalah dosa yang kecil. Jadi selama kita menjauhi dosa-dosa besar insyaa Alloh dosa-dosa kecil akan Alloh hapuskan.

Yang jadi pertnyaan selanjutnya adalah apasaja dosa besar yang harus kita jauhi?? Ulama, berbeda pendapat dalammenyebutkan jumlah dari dosa besarl itu, ada yang mengatakan 7 macam dosa besar, ada pula yang mengatakan lebih dari 70 macam. Dan yang banyak mengambilnya adalah kelompok yang kedua seperti Imam Adz-dzahabi, bahkan beliau sampai membuat sebuah kitab yang berjudul Al-kabaair (dosa-dosa besar).

Salah seorang ulama mengatakan,”setiap perbuatan yang mempunyai had (hukuman) di dunia seperti : berzina, mencuri, dan membunuh, atau yang pelakunya mendapat ancaman atau laknat dari Alloh dan Rasul-Nya di Akhirat, maka itu termasuk dosa besar.”

Maka dari itu mari kita sama-sama menajuhi dosa-dosa besar, yang mudah-mudahan dengan itu semua dosa-doa kecil kita bisa di ampuni oleh Alloh , Aamiin. Dan sebagai rujukan bisa mengkaji buku tentang Al-kabair dari Imam Adz-dzahabi.

Wallohu A’lam bishawab

14 Agu 2016

IBLIS DAN PEMBANGKANGANNYA

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Artinya: (Alloh) berfirman, “apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” (iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau menciptakanku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa syetan adalah musuh yang nyata bagi umat manusia sebagai mana Alloh berfirman dalam Surat Al-baqarah ayat 168 :

. . . . وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Artinya: . . . janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.

Maka sudah seharusnya kita menjadikan syetan itu musuh yang harus kita lawan bukan musuh yang harus kita takuti, karna Allohlah yang sejatinya harus kita takuti. Menanggapi pertanyaan Alloh yang dilontarkan kepada Iblis (Syetan), itu tidak sama sekali menunjukan bahwa Alloh tidak tahu alasan kenapa Iblis membangkang perintah-Nya. Alloh maha mengetahui segala sesuatu tentang semua mahluk-Nya. Alloh bertanya seperti demekian bukan lain hanya untuk mengajarkan kita umat manusia supaya tidak memiliki sifat seperti Iblis ketika membangkang perintah Alloh SWT.

Apa saja sifat Iblis yang terdapat di ayat tersebut yang mesti kita jauhi?? Ada berapa sifat Iblis yang Alloh gambarkan pada ayat di atas, diantaranya:

1. Sombong الكبر

Iblis berlaku sombong ketika Alloh menyuruhnya untuk bersujud kepada Adam. Karna merasa tidak perlu untuk bersujud kepada Adam yang Alloh ciptakan lebih terakhir dibadingkan dia (Iblis).

2. Ujub العجب

Sifat kedua yang harus kita jauhi adalah sifat ujub, dimana ketika dia merasa lebih baik dibandingkan dengan orang lain. Sifat ujub adalah sifat yang sangat berbahaya bagi seseorang, karna tidak hanya akan menyerang kepada orang yang ahli ma’siat tetapi juga menyerang sesorang yang ahli ibadah sekalipun. Bahkan ada ulama yang berkata,”saya menghabiskan malam dengan tidur dan menyesal ketika bangun di pagi hari, itu lebih saya sukai dari pada saya menghabiskan malam dengan qiyamul lail dan ber-ujub di pagi hari.” Dikarnakan seifat ujub itu bisa menghacurkan semua bangunan amal soleh seseorang.

3. Iri/dengki الحسد

Penolakan Iblis terhadap perintah Alloh itu dikarnakan juga Iblis merasa iri kepada Adam karna Alloh lebih memuliakannya (menurut pendapat mereka) daripada dia (Iblis).

4. Kesalahan logikaالقياس الباطل

Ingat ketika Iblis mengatakan, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau menciptakanku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” Dari ungakapan Iblis di atas menggambarkan bahwa dia menganggap bahwa api lebih baik daripada api, padahal sampai saat ini belum ada alasan ilmiah yang menunjukan api lebih baik daripada tanah. Kalau memang kita harus membandingkan, maka seperti yang kita tahu, tanah itu menumbuhkan, berdiri tegak, dan dan kuat. Sedangkan api mempunyai sifat menghancurkan, membakar, merusak dan gampang di tiup oleh angin. Maka mana yang lebih baik??.

Itulah diantanya sifat-sifat iblis yang terdapat pada ayat di atas yang semestinya kita hindari supaya kita tidak terjatuh ke lubang yang salah seperti Iblis.

Wallohua a’lam bisshawab