Artinya: jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).
Manusia adalah mahluk yang Alloh ciptakan dengan sangat sempurna seperti firman-Nya dalam surat At-tiin,”sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Maka sudah sepantasnya seorang hamba senantiasa bersyukur atas kesempurnaan ciptaan yang telah Alloh berikan kepadanya, bukan malah bersikap kufur atas karunia-Nya.
Kesempurnaan ciptaan yang telah Alloh berikan kepada kita bukan lantas kita itu sempurna secara keseluruhan, karna kita bukan seorang rasul yang ma’sum, bukan pula seorang malaikat yang hanya beribadah kepada Alloh tanpa pernah mengeluh, kita adalah manusia yang semuanya pasti berbuat kesalahan (berdosa) seperti yang telah Nabi kita sebutkan dalam hadisnya yang mulia.
كُلُّ بَنِي ادَامَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُونَ
Artinya: “setiapa keturunan Adam (manusia) pasti berbuat salah (dosa), dan sebaik-baik orang yang berbuat salah (dosa) adalah orang yang senantiasa bertaubat.”
Itu artinya, walaupun fitrah kita sebagai orang yang akan selalu berbuat salah tapi Tuhan kita (Alloh) selalu memberikan kesempatan (ampunan) buat seorang hamba yang mau memperbaiki diri dan mengharap ridho-Nya. Ada sebuah hadist dari Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan tentang penghapusan dosa seorang hamba diantaranya hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang berbunyi,”diantara solat lima waktu, dari jum’at ke jum’at, dari Rhamadan ke Rhamadan terdapat ampunan diantaranya jika (selama) dia menjauhi dosa-dosa besar.” Maksudnya setiap ibadah yang disebutkan dalam hadist di atas bisa menghpuska kesalahan (dosa) yang telah kita lakukan.
Tapi kesalahan seperti apa yang Alloh akan ampuni dari setiap hamba? Semua kesalahan (dosa) kah? Atau hanya sebagian kesalahan (dosa)?.
Ayat di atas dan beberapa dalil lainnya merupakan jawaban atas pertanyaan tersebut. Alloh berfirman,” jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” Dosa yang akan dihapuskan (diampuni) adalah dosa yang kecil. Jadi selama kita menjauhi dosa-dosa besar insyaa Alloh dosa-dosa kecil akan Alloh hapuskan.
Yang jadi pertnyaan selanjutnya adalah apasaja dosa besar yang harus kita jauhi?? Ulama, berbeda pendapat dalammenyebutkan jumlah dari dosa besarl itu, ada yang mengatakan 7 macam dosa besar, ada pula yang mengatakan lebih dari 70 macam. Dan yang banyak mengambilnya adalah kelompok yang kedua seperti Imam Adz-dzahabi, bahkan beliau sampai membuat sebuah kitab yang berjudul Al-kabaair (dosa-dosa besar).
Salah seorang ulama mengatakan,”setiap perbuatan yang mempunyai had (hukuman) di dunia seperti : berzina, mencuri, dan membunuh, atau yang pelakunya mendapat ancaman atau laknat dari Alloh dan Rasul-Nya di Akhirat, maka itu termasuk dosa besar.”
Maka dari itu mari kita sama-sama menajuhi dosa-dosa besar, yang mudah-mudahan dengan itu semua dosa-doa kecil kita bisa di ampuni oleh Alloh , Aamiin. Dan sebagai rujukan bisa mengkaji buku tentang Al-kabair dari Imam Adz-dzahabi.
Wallohu A’lam bishawab